
Propertynbank.com – Isu masa depan Jakarta sebagai kota global menjadi sorotan utama dalam talkshow bertajuk Jakarta 500: Planning the Global Future, yang digelar Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jakarta. Talkshow ini menjadi rangkaian pembuka Kongres Daerah IAP Jakarta 2025 yang berlangsung di Auditorium Universitas Tarumanagara, Jakarta Barat, Selasa (16/11).
Diskusi tersebut mengangkat refleksi dan tantangan Jakarta yang akan memasuki usia 500 tahun pada 2027, sekaligus memetakan arah perencanaan kota agar mampu bersaing di tingkat global tanpa meninggalkan aspek budaya, inklusivitas, dan keberlanjutan.
Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta, Vera Revina Sari, yang membuka acara, menegaskan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan agenda transformasi Jakarta. Menurutnya, Jakarta tengah bergerak menuju kota global yang tetap berakar pada sejarah, budaya, dan inovasi.
“Kami berharap Kongres Daerah IAP Jakarta menjadi ruang kolaborasi lintas sektor bagi para perencana, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan gagasan serta implementasi perencanaan kota yang berkelanjutan,” ujar Vera.
Baca Juga : Leads Property : Kondominium Masih Tertekan, Township Bergeser ke Segmen Luxury
Ketua IAP DKI Jakarta periode 2022-2025 Ir. Adhamaski Pangeran, ST mengatakan, melalui kongres, IAP Jakarta menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam menyiapkan arah perencanaan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
Dalam sesi talkshow, Hendricus Andy Simarmata, Senior Planner IAP, memaparkan posisi Jakarta dalam Global Cities Index 2024 yang dirilis Oxford Economics. Jakarta tercatat berada di peringkat 284, dengan skor yang masih rendah terutama pada aspek kualitas hidup dan lingkungan.
Andy menjelaskan bahwa menuju kota global diperlukan tahapan yang terintegrasi melalui tiga pendekatan utama, yakni dietary, diplomasi, dan institusionalisasi. Pendekatan dietary diarahkan pada pembagian peran Jakarta dengan wilayah penyangga, penguatan transportasi publik, pengurangan penggunaan kendaraan pribadi, hingga peningkatan kualitas infrastruktur dasar dan lingkungan.

“Sementara itu, pendekatan diplomasi menekankan pentingnya keaktifan Jakarta dalam jejaring kota global, penyelenggaraan kegiatan internasional, program sister city, serta penguatan branding kota. Adapun institusionalisasi menuntut konsistensi kebijakan, pelibatan dunia usaha dan pendidikan, serta penguatan sektor budaya dan industri kreatif,” tegas Andy.
Baca Juga : Bank Jakarta Tuntas Salurkan Dana Pemerintah Rp1 Triliun, Alokasi ke Sektor Produktif
Sedangkan Nirwono Joga, Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Kota menyampaikan pandangan dari pemerintah daerah. Ia menyebutkan bahwa dalam lima tahun ke depan, Pemprov DKI Jakarta memfokuskan program pada tiga isu utama, yakni banjir, kemacetan, dan panas ekstrem.
“Berbagai program telah dijalankan, mulai dari pengembangan ruang terbuka hijau, pembangunan urban micro park, rehabilitasi danau dan waduk, penanaman mangrove, hingga percepatan transportasi publik berbasis listrik dan pengembangan kawasan TOD. Selain itu, Pemprov juga mendorong penerapan konsep green and smart building untuk efisiensi energi,” ungkap Nirwono.
Sementara dari sisi akademisi, Suryono Herlambang yang merupakan Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tarumanagara, mengingatkan bahwa globalisasi memang membuka peluang ekonomi dan investasi, namun juga membawa risiko berupa ketimpangan sosial, tekanan lingkungan, dan persoalan infrastruktur. Ia menilai revisi regulasi RTR Jabodetabek-Punjur dapat menjadi momentum diskusi yang lebih partisipatif dalam merancang masa depan Jakarta dan kawasan sekitarnya.
Pengurus Baru IAP Jakarta
Selain rangkaian diskusi, Kongres Daerah IAP Jakarta 2025 juga menetapkan Meyriana Kesuma sebagai Ketua IAP Jakarta untuk periode 2025–2028. Meyriana merupakan praktisi sekaligus pengajar di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota–Real Estate Universitas Tarumanagara, serta tercatat sebagai perempuan pertama yang dipercaya memimpin asosiasi profesi perencana kota terbesar di Jakarta.
Masih dalam rangkaian acara, IAP Jakarta juga menganugerahkan Anugerah Karyanagara, penghargaan tertinggi bagi individu yang dinilai memiliki dedikasi dan dampak nyata dalam pengembangan profesi serta pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Berdasarkan hasil penilaian Tim Pemberian Penghargaan IAP Jakarta 2025, penerima Anugerah Karyanagara tahun ini adalah Benni Agus Chandra, Bernardus Djonoputro, Dhani Muttaqin, Hari Ganie, Hendricus Andy Simarmata, Iman Soedrajat, Jo Santoso, Nirwono Joga, Raja Malem Tarigan, Reny Windyawati, Soelaeman Soemawinata dan Vera Revina Sari.
The post IAP Jakarta Gelar Kongres Daerah 2025, Dorong Jakarta Menuju Kota Global appeared first on Property & Bank.
