Wida Agung Group Klarifikasi: Widari Village Tak Terkait Proyek YVE Habitat Limo

Widari Village
Dikembangkan dengan konsep yang matang

Propertynbank.com – Wida Agung Group memberikan klarifikasi terkait informasi yang mengaitkan kelompok usaha tersebut dengan proyek hunian YVE Habitat Limo di Depok. Penegasan tersebut disampaikan Edho Nagamatsu, Property Growth Strategist, Founder Maritza Consulting sekaligus The Consultant Widari Village, menyusul beredarnya informasi yang dinilai tidak tepat di ruang digital.

Menurut Edho, Wida Agung Group maupun Widari Village tidak memiliki hubungan dengan proyek YVE Habitat Limo. Proyek tersebut dikembangkan dan dikelola oleh PT YVE Habitat Limo, yang merupakan entitas berbeda dengan struktur perusahaan, kepemilikan, dan pengelolaan tersendiri.

“YVE Habitat Limo dikembangkan dan dikelola sepenuhnya oleh PT YVE Habitat Limo. Tidak ada afiliasi, kepemilikan silang, maupun tanggung jawab pembangunan yang menghubungkannya dengan Wida Agung Group maupun Widari Village,” ujar Edho kepada propertynbank.com, Selasa (22/9).

Klarifikasi tersebut muncul setelah sebuah artikel pada situs agen properti menyebut Wida Agung Group sebagai pengembang YVE Habitat Limo. Informasi tersebut kemudian ikut menyebar di ruang digital, bertepatan dengan munculnya berbagai pemberitaan dan keluhan konsumen terkait proyek tersebut.

Edho menilai, kekeliruan informasi semacam ini perlu segera diluruskan karena dapat memunculkan persepsi yang berbeda terhadap perusahaan maupun proyek yang sebenarnya tidak memiliki keterkaitan.

Widari Village di Tengah Momentum Positif

Di sisi lain, Edho menyampaikan bahwa Widari Village justru tengah mencatat sejumlah perkembangan positif. Kawasan hunian yang dikembangkan PT Wida Agung Makmur Persada di Legok, Tangerang, tersebut telah memasuki sejumlah tahapan pengembangan sejak pertama kali diluncurkan pada 2021.

“Dalam beberapa waktu terakhir, Widari Village mendapatkan perhatian positif karena rekam jejak pengembangannya, termasuk serah terima unit kepada konsumen dan penghargaan yang diterima,” jelas Edho.

Widari Village awalnya dikembangkan di atas lahan sekitar 15 hektare. Seiring dengan perkembangan kawasan dan permintaan hunian di koridor Legok, pengembang memperluas rencana pengembangan hingga sekitar 50 hektare dengan total lebih dari 2.000 unit rumah.

Direktur Wida Agung Group, Teddy Widjaja, sebelumnya menyampaikan bahwa pertumbuhan permintaan hunian di kawasan Legok menjadi salah satu faktor yang mendorong ekspansi tersebut.

Widari Village
Direktur Wida Agung Group, Teddy Widjaja menerima penghargaan Indonesia Property&Bank Award ke 20 tahun 2026

Pengembangan dilakukan secara bertahap, termasuk melalui peluncuran klaster Widari Residence pada akhir tahun lalu.

Hingga saat ini, lebih dari 400 unit rumah di Widari Village telah diserahterimakan kepada konsumen sesuai jadwal. Rekam jejak tersebut juga menjadi bagian dari pertimbangan dalam pemberian Property and Bank Award 2026 untuk kategori pengembang kawasan dengan aksesibilitas terbaik.

Tantangan Reputasi di Era Digital

Menurut Edho, persoalan tersebut juga memperlihatkan tantangan baru yang dihadapi pelaku industri properti di tengah perkembangan mesin pencari, media sosial, dan teknologi kecerdasan artifisial (AI).

Sebuah informasi yang tidak tepat dapat dengan cepat muncul kembali dalam berbagai kanal digital. Bahkan, informasi yang berasal dari sumber yang keliru berpotensi kembali dikutip oleh mesin pencari maupun sistem AI ketika masyarakat melakukan pencarian.

“Di era digital, satu informasi yang keliru bisa memiliki dampak yang jauh lebih besar karena dapat direproduksi dan muncul kembali di berbagai platform. Karena itu, informasi mengenai pengembang dan proyek harus bersumber dari data yang jelas dan dapat diverifikasi,” kata Edho.

Ia menambahkan, masyarakat yang hendak membeli properti juga perlu melakukan pemeriksaan terhadap identitas badan usaha pengembang, legalitas proyek, lokasi, rekam jejak pembangunan, hingga progres serah terima.

Langkah tersebut penting agar calon konsumen tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial atau hasil pencarian internet.

Rekam Jejak Menjadi Bagian Penting

Wida Agung Group sendiri telah menjalankan kegiatan usaha sejak 1990 melalui sejumlah lini bisnis, termasuk otomotif dan perdagangan baja. Dalam perkembangannya, kelompok usaha tersebut kemudian masuk ke sektor properti melalui pengembangan Widari Village.

Edho mengatakan, bagi pengembang, reputasi pada akhirnya tidak hanya dibangun melalui komunikasi dan promosi, tetapi juga melalui proses pembangunan serta pemenuhan komitmen kepada konsumen.

“Dalam bisnis properti, reputasi pada akhirnya dibangun dari apa yang benar-benar diserahkan kepada konsumen. Karena itu, rekam jejak pembangunan, serah terima, dan konsistensi pengembang menjadi hal yang sangat penting,” ujarnya.

Menurutnya, informasi yang benar mengenai suatu proyek juga perlu tersedia melalui kanal resmi agar masyarakat maupun mesin pencari memiliki rujukan yang jelas.

Dengan klarifikasi ini, Edho berharap tidak ada lagi informasi yang mengaitkan Wida Agung Group maupun Widari Village dengan proyek YVE Habitat Limo.

Di tengah perkembangan industri properti yang semakin terkoneksi secara digital, akurasi informasi dinilai menjadi bagian tidak terpisahkan dari upaya membangun kepercayaan konsumen. Bagi calon pembeli, verifikasi terhadap pengembang dan proyek menjadi langkah penting sebelum mengambil keputusan investasi maupun pembelian hunian.

The post Wida Agung Group Klarifikasi: Widari Village Tak Terkait Proyek YVE Habitat Limo appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *