
Propertynbank.com – Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho bersama Menteri Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait meninjau langsung lokasi rencana pembangunan (Rusun Subsidi Coblong) rumah susun subsidi di Desa Sadang Serang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (12/2).
Peninjauan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati. Lokasi yang disiapkan memiliki luas sekitar 3.456 meter persegi dan direncanakan akan dikembangkan menjadi hunian vertikal bersubsidi bagi masyarakat Kota Bandung yang belum memiliki rumah.
Rumah susun ini nantinya dapat diakses melalui skema KPR Subsidi FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang layak, terjangkau, dan berada di lokasi strategis.
Menteri PKP Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara menegaskan pentingnya pembangunan rusun yang memberi dampak langsung bagi lingkungan sekitar. Ia menyampaikan bahwa calon penghuni sebaiknya diprioritaskan bagi warga yang bekerja di sekitar kawasan tersebut guna mengurangi beban mobilitas dan kemacetan Kota Bandung. “Evaluasi lanjutan akan dilakukan dalam dua pekan ke depan untuk memastikan kesiapan pembangunan,” katanya.
Ekosistem Rusun Subsidi Coblong
Sementara itu, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkapkan bahwa sekitar 1.000 unit rumah susun yang direncanakan akan memprioritaskan para guru yang belum memiliki rumah. Menurutnya, kawasan Coblong memiliki ekosistem pendidikan yang kuat sehingga kebutuhan hunian bagi tenaga pendidik perlu mendapat perhatian khusus.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sekda Jabar Herman Suryatman menyampaikan bahwa pembangunan hunian vertikal sejalan dengan kebijakan daerah dalam menjaga lahan hijau. Kota Bandung diharapkan menjadi proyek percontohan penyediaan rumah susun, yang selanjutnya dapat direplikasi di kabupaten dan kota lain di Jawa Barat.
Di sisi pembiayaan, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho memastikan kesiapan dukungan melalui skema FLPP. Ia menyebutkan bahwa tenor kredit dapat mencapai hingga 30 tahun, dengan cicilan yang terjangkau mulai dari kisaran Rp1 jutaan per bulan, sehingga semakin meringankan beban masyarakat.
Melalui kolaborasi lintas pemerintah ini, pembangunan rumah susun subsidi di Kota Bandung diharapkan mampu menjadi solusi konkret atas keterbatasan lahan perkotaan, sekaligus mendukung penataan kota yang lebih tertib, inklusif, dan berkelanjutan.
The post Rusun Subsidi Coblong Sasar Tenaga Pengajar di Bandung, Ada Skema FLPP 30 Tahun appeared first on Property & Bank.
