
Propertynbank.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) kembali menunjukkan komitmennya sebagai bank terdepan dalam program pembiayaan perumahan rakyat. Hingga akhir September 2025, KPR Subsidi BTN telah disalurkan untuk lebih dari 142.000 unit rumah subsidi, memberikan akses hunian layak kepada masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi BTN ini tak hanya menjadi solusi bagi keterbatasan akses perumahan, tetapi juga menjadi langkah nyata BTN dalam mendukung target pemerintah menyediakan 220.000 unit rumah bersubsidi di tahun ini.
“Sudah ada lebih dari 140.000 keluarga Indonesia yang berhasil memiliki rumah impian berkat KPR Subsidi BTN. Ini adalah wujud nyata peran kami dalam mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujar Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam siaran pers, Sabtu (11/10/2025).
Generasi Milenial Penerima Terbesar KPR Subsidi BTN
Menariknya, sekitar 88% penerima KPR Subsidi BTN adalah generasi milenial dengan rentang usia 29 hingga 44 tahun. Ini menunjukkan bahwa generasi muda Indonesia sangat membutuhkan dukungan pembiayaan rumah dari pemerintah untuk bisa memiliki hunian sendiri.
Baca Juga : Dihadiri Menteri PKP, APPERNAS JAYA Gelar Rakernas dan HUT Ke-6 Di Makassar
Studi internal Housing Finance Center BTN juga menunjukkan bahwa kepemilikan rumah subsidi berdampak positif terhadap kualitas hidup penerimanya. Mereka merasa lebih aman, bangga, dan memiliki aset jangka panjang yang meningkatkan ketahanan finansial keluarga.
Dari total target nasional 350.000 unit rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BTN telah merealisasikan 142.749 unit atau sekitar 40,7% dari total kuota nasional.
Rinciannya dari total unit tersebut adalah, 99.441 unit disalurkan oleh BTN konvensional, 43.308 unit disalurkan oleh BTN Syariah, sehingga total nilai penyaluran mencapai Rp17,66 triliun dari kuota sebesar Rp26,40 triliun.
Tolak Rumah Subsidi 18 Meter Persegi
BTN tidak hanya berperan dalam penyaluran KPR, tetapi juga aktif dalam menjaga kualitas rumah subsidi. Nixon menegaskan bahwa BTN menolak rencana pengurangan ukuran rumah subsidi menjadi 18 m² karena tidak sesuai dengan kebutuhan dasar keluarga Indonesia. “Kita harus memastikan rumah subsidi tetap layak dihuni, dengan minimal dua kamar tidur. Jangan sampai rumah subsidi malah menciptakan kawasan kumuh baru,” tegas Nixon.
Baca Juga : Membangun Kota Masa Depan, Pemerintah Dorong Kolaborasi Menuju Perkotaan yang Hijau
Lebih dari 77% debitur KPR Subsidi BTN berasal dari kalangan pekerja swasta. Namun BTN juga terus memperluas jangkauan ke sektor informal seperti pedagang, tukang cukur, ojek online, dan lainnya.
BTN bahkan berinovasi dengan menggandeng perusahaan aplikasi ride-hailing untuk mempermudah mitra pengemudi memiliki rumah, melalui sistem cicilan harian yang dipotong langsung dari penghasilan mereka. “BTN satu-satunya bank yang selama lebih dari 10 tahun secara konsisten menyasar pekerja informal lewat program KPR Subsidi,” tutup Nixon.
The post KPR Subsidi BTN Mudahkan 140.000 Lebih Keluarga Punya Rumah appeared first on Property & Bank.
