BP Tapera Salurkan FLPP 150.750 Unit hingga September 2026

bp tapera
Konferensi pers program prioritas pemerintah

Propertynbank.com – Upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus berjalan melalui penguatan ekosistem pembiayaan perumahan. Salah satu instrumen utama yang terus didorong adalah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang dikelola oleh BP Tapera.

Hingga 16 September 2026, realisasi penyaluran FLPP telah mencapai 150.750 unit rumah dengan nilai pembiayaan sebesar Rp18,75 triliun. Capaian tersebut menjadi bagian dari target FLPP 2026 sebanyak 350.000 unit rumah, dengan total nilai pembiayaan sekitar Rp45 triliun.

Data tersebut disampaikan dalam konferensi pers program prioritas pemerintah yang membahas percepatan penyediaan hunian rakyat. Forum tersebut dihadiri antara lain Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, serta Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho.

Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan bahwa penyediaan hunian layak dan terjangkau merupakan salah satu prioritas pemerintah karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. “Program-program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat. Jangan hanya membuat program, tetapi harus dipastikan masyarakat bisa menikmati hasilnya,” ujar Maruarar.

Menurutnya, percepatan penyediaan rumah tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, perbankan, pengembang, lembaga pembiayaan, hingga masyarakat sebagai penerima manfaat.

Pemerintah juga terus mendorong tata kelola program perumahan agar pelaksanaannya berjalan efektif, transparan, dan tepat sasaran.

BP Tapera : Penyaluran FLPP Terus Berjalan

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho mengatakan, BP Tapera menjalankan peran strategis dalam memperluas akses pembiayaan rumah bagi MBR melalui penyaluran FLPP.

Selain 150.750 unit yang telah terealisasi, proses penyaluran juga masih berlangsung pada sejumlah tahapan. Hingga 16 September 2026, tercatat 16.786 unit telah lolos subsidi checking, 6.102 unit berada dalam proses analisa kredit, 2.839 unit pada tahap SP3K, 16.755 unit dalam proses trilogi, dan 6.081 unit berada pada tahap akad kredit.

Penyaluran FLPP dilakukan melalui kerja sama dengan sejumlah bank penyalur untuk memperluas jangkauan pembiayaan di berbagai daerah.

Berdasarkan data BP Tapera, Bank BTN menjadi penyalur dengan realisasi terbesar sebanyak 69.358 unit, diikuti Bank Syariah Nasional 37.001 unit, Bank BRI 16.564 unit, dan Bank BNI 10.969 unit.

Didominasi Pekerja Swasta

Dari sisi penerima manfaat, kelompok pekerja swasta menjadi penerima FLPP terbesar. Hingga periode tersebut, kelompok ini tercatat memperoleh 92.934 unit atau 61,65% dari total realisasi.

Selanjutnya, penerima dari kelompok wiraswasta mencapai 26.779 unit atau 17,76%, kelompok lainnya sebanyak 16.433 unit atau 10,90%, PNS sebanyak 12.341 unit atau 8,19%, serta TNI/Polri sebanyak 2.263 unit atau 1,50%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan FLPP masih menjadi salah satu instrumen penting bagi pekerja dan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengakses kepemilikan rumah.

Dengan target 350.000 unit pada 2026, percepatan penyaluran menjadi agenda penting pemerintah dan BP Tapera hingga akhir tahun. Sinergi dengan perbankan, pengembang, serta pemangku kepentingan lainnya dibutuhkan agar proses pembiayaan dapat berjalan lebih cepat sekaligus tetap memenuhi prinsip ketepatan sasaran.

“BP Tapera berkomitmen menjaga keberlanjutan program FLPP agar rumah subsidi dapat tersalurkan secara tepat sasaran, layak huni, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” pungkas Heru.

The post BP Tapera Salurkan FLPP 150.750 Unit hingga September 2026 appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *