
Propertynbank.com – Komitmen pemerintah dalam mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah terus diperkuat. BP Tapera menunjukkan optimisme tinggi dalam mengejar target pembangunan 350.000 unit rumah subsidi sepanjang 2026.
Optimisme tersebut disampaikan dalam rangkaian kegiatan akad kredit massal, peluncuran proyek Pesona Kahuripan 12, serta survei serentak terhadap 1.000 peserta di kawasan Cileungsi.
Acara ini turut dihadiri berbagai pemangku kepentingan sektor perumahan, mulai dari perwakilan kementerian, pemerintah daerah, perbankan, hingga asosiasi pengembang, mencerminkan kuatnya sinergi dalam mendorong percepatan realisasi program perumahan nasional.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, mengungkapkan bahwa tingginya minat masyarakat terhadap rumah subsidi tercermin dari antusiasme 1.000 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut.
“Berdasarkan data SIKASEP, saat ini sisi supply memang belum sepenuhnya mampu mengimbangi demand. Namun dengan sinergi seluruh pihak, kami optimistis target 350.000 unit rumah subsidi dapat tercapai,” ujarnya, Minggu (13/4).
Upaya BP Tapera
Dalam upaya memperluas akses kepemilikan rumah, BP Tapera terus mendorong inklusivitas pembiayaan, termasuk bagi masyarakat non-fixed income atau pekerja informal.
Langkah ini menjadi penting mengingat struktur pasar tenaga kerja Indonesia yang didominasi sektor informal, sehingga membutuhkan skema pembiayaan yang lebih fleksibel dan adaptif.
Selain itu, BP Tapera juga tengah menyiapkan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan tenor panjang hingga 30 tahun. Skema ini diharapkan dapat menurunkan beban cicilan sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat terhadap hunian.
Peran Strategis Perbankan dan Sistem Distribusi
Dukungan sektor perbankan juga menjadi pilar penting dalam ekosistem pembiayaan perumahan. Bank BTN, melalui Direktur Consumer Banking Hirwandi Gaffar, menegaskan komitmennya sebagai mitra utama dalam penyaluran KPR subsidi.
Ia juga mendorong penguatan sistem distribusi melalui konsep housing queue, guna meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam penyaluran pembiayaan perumahan.
Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan bahwa penyaluran KPR subsidi dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Dukungan Daerah dan Kualitas Konstruksi
Dari sisi daerah, kontribusi pemerintah lokal juga turut memperkuat rantai pasok pembangunan perumahan. Erman Suherman menyampaikan bahwa daerahnya berperan sebagai pemasok material bangunan, khususnya genteng, yang kini banyak digunakan dalam proyek rumah subsidi.
Sementara itu, proyek Pesona Kahuripan mendapat apresiasi atas konsistensi kualitas konstruksi serta pengembangannya yang masif. Hingga kini, kawasan tersebut telah berkembang menjadi lebih dari 17 klaster perumahan.
Hal ini menunjukkan bahwa pengembang tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga menjaga standar kualitas hunian, yang menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan konsumen.
Momentum Percepatan Program Nasional
Kegiatan ini ditutup dengan prosesi simbolis peluncuran Pesona Kahuripan 12 melalui pemotongan pita oleh para tamu undangan, menandai komitmen bersama dalam mempercepat penyediaan hunian terjangkau di Indonesia.
Bagi sektor properti, momentum ini menjadi sinyal positif bahwa kolaborasi antara pemerintah, perbankan, dan pengembang semakin solid dalam menjawab tantangan backlog perumahan nasional.
Dengan kombinasi kebijakan yang adaptif, dukungan pembiayaan, serta partisipasi aktif seluruh stakeholder, target 350.000 rumah subsidi bukan hanya realistis, tetapi juga menjadi pijakan penting menuju pemerataan akses hunian di Indonesia.
The post BP Tapera Optimis Target 350.000 Tercapai, Kolaborasi Jadi Kunci appeared first on Property & Bank.
