BP Tapera Alihkan SiKasep ke Tapera Mobile, Berlaku Mulai 13 April 2026

bp tapera
Memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah

Propertynbank.com – Upaya pemerintah dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terus diperkuat melalui transformasi digital. Terbaru, BP Tapera resmi mengalihkan layanan aplikasi SiKasep ke Tapera Mobile sejak 13 April 2026.

Dengan kebijakan ini, aplikasi SiKasep tidak lagi dapat digunakan, dan seluruh proses pengajuan pembiayaan perumahan, termasuk KPR subsidi FLPP, kini terintegrasi dalam satu platform digital.

Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menyampaikan bahwa kehadiran Tapera Mobile menjadi langkah strategis dalam mendekatkan layanan pembiayaan kepada masyarakat di seluruh Indonesia.

“Kehadiran Tapera Mobile semakin memudahkan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mengakses pembiayaan perumahan. Cukup melalui satu aplikasi, seluruh proses bisa dilakukan secara praktis,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (16/4).

Melalui aplikasi ini, MBR dengan penghasilan sesuai ketentuan zonasi dapat mengakses pembiayaan rumah pertama, baik melalui skema KPR FLPP maupun pembiayaan dana Tapera. Pengajuan KPR FLPP dapat dilakukan kapan saja, sementara pembiayaan Tapera bergantung pada ketersediaan dana yang ada.

Sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP), BP Tapera terus menunjukkan progres penyaluran dana FLPP. Hingga 13 April 2026, tercatat sebanyak 50.021 unit rumah telah terealisasi dengan nilai mencapai Rp6,22 triliun, tersebar di 33 provinsi dan 364 kabupaten/kota.

Meski demikian, angka tersebut baru mencapai sekitar 14,29% dari target 350 ribu unit rumah pada tahun ini. Karena itu, BP Tapera terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini guna memiliki hunian pertama.

BP Tapera Rancang Proses Pengajuan Semakin Praktis

Tapera Mobile dirancang untuk menghadirkan pengalaman pengajuan KPR yang lebih sederhana dan transparan. Calon debitur cukup mengunduh aplikasi melalui Google Play Store atau App Store, kemudian melakukan registrasi dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Tahapan selanjutnya meliputi verifikasi data diri melalui foto KTP dan swafoto (selfie), yang akan secara otomatis mengisi data identitas pada sistem. Pengguna juga diwajibkan melakukan verifikasi wajah serta nomor ponsel melalui kode OTP untuk memastikan keamanan data.

Setelah akun aktif, calon debitur dapat langsung mencari rumah idaman melalui fitur pencarian yang tersedia di aplikasi. Jika telah menemukan unit yang sesuai, pengguna dapat melanjutkan dengan pengajuan KPR secara online.

Sistem kemudian akan melakukan proses subsidi checking. Jika lolos, calon debitur dapat memilih bank penyalur dan menjadwalkan pertemuan. Seluruh proses pengajuan dapat dipantau secara real time melalui fitur pelacakan status.

Adapun tahapan pembiayaan di bank meliputi pengajuan, follow up, penerbitan SP3K, verifikasi kelayakan hunian, hingga proses akad kredit.

Heru menambahkan, transparansi proses menjadi salah satu keunggulan utama dari Tapera Mobile, karena calon debitur dapat memantau perkembangan pengajuan secara mandiri tanpa harus datang langsung ke kantor layanan.

“Setelah bertemu dengan tim bank, masyarakat dapat memantau prosesnya secara mandiri melalui aplikasi. Ini bagian dari upaya kami menghadirkan layanan yang lebih transparan dan mudah diakses,” jelasnya.

Dengan integrasi layanan dalam satu aplikasi, Tapera Mobile diharapkan mampu mempercepat realisasi pembiayaan perumahan nasional, sekaligus mendorong semakin banyak MBR untuk memiliki rumah layak huni.

Digitalisasi ini juga menjadi langkah penting dalam menciptakan ekosistem pembiayaan perumahan yang lebih efisien, inklusif, dan tepat sasaran di Indonesia.

The post BP Tapera Alihkan SiKasep ke Tapera Mobile, Berlaku Mulai 13 April 2026 appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *