
Propertynbank.com – Pemerintah Provinsi Lampung membuka peluang kolaborasi investasi dengan para pengembang yang tergabung dalam Realestat Indonesia (REI). Momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) REI ke-54 yang berlangsung di Bandar Lampung pada 5-7 Mei 2026 dimanfaatkan untuk menawarkan sejumlah proyek strategis di sektor properti, kawasan industri hingga logistik.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pihaknya siap menjalin kerja sama konkret dengan REI dalam mempercepat pembangunan daerah dan mendorong masuknya investasi baru ke Provinsi Lampung.
“Pemprov Lampung siap berkolaborasi dengan REI. Kami membawa banyak peluang yang bisa dikerja samakan di Lampung dengan bapak dan ibu semua,” ujar Mirza dalam Forum Bisnis bersama pengembang nasional di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (7/5).
Salah satu proyek unggulan yang ditawarkan adalah pengembangan kota baru Bandar Negara seluas 5.308 hektar. Kawasan tersebut dirancang dengan konsep eco-city yang mengedepankan pembangunan hijau, modern, berkelanjutan, serta bebas banjir.
Selain Bandar Negara, Pemprov Lampung juga menawarkan sejumlah lahan strategis yang tersebar di berbagai titik potensial, mulai dari Bakauheni, Natar hingga kawasan sekitar Bandara Raden Inten. Lokasi tersebut dinilai cocok dikembangkan menjadi kawasan komersial, pusat perdagangan, hospitality hingga waterfront city.
Menurut Mirza, posisi Lampung sebagai gerbang Pulau Sumatera memberikan nilai strategis tersendiri, terutama untuk pengembangan sektor pergudangan, logistik dan kawasan industri.
Ia menjelaskan, seluruh konektivitas utama dari Pulau Jawa menuju Sumatera melewati Lampung, baik untuk distribusi barang, perdagangan nasional maupun jalur logistik.
“Didukung Jalan Tol Trans Sumatera, Pelabuhan Panjang, Pelabuhan Bakauheni dan pengembangan Bandara Raden Inten tahap dua, Lampung memiliki peluang besar tumbuh menjadi pusat ekonomi baru di Sumatera Bagian Selatan,” katanya.
Tidak hanya sektor industri dan logistik, pertumbuhan infrastruktur dan ekonomi Lampung juga dinilai semakin mendorong potensi sektor pariwisata dan properti penunjangnya.
Karena itu, Pemprov Lampung berkomitmen memberikan kemudahan perizinan bagi investor yang ingin mengembangkan usaha di daerah tersebut.
“Kami membuka ruang kerja sama seluas-luasnya kepada para pelaku usaha dan berkomitmen memberikan proses perizinan yang mudah dan cepat,” tegas Mirza.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan REI terkait pengembangan kawasan dalam rangka mendukung pembangunan daerah dan peningkatan investasi.
Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto menilai Lampung merupakan salah satu daerah paling prospektif untuk investasi properti dan kawasan industri, terutama karena posisinya yang strategis sebagai pintu masuk Sumatera dari Pulau Jawa.
Pengalaman REI
Menurutnya, anggota REI memiliki pengalaman di berbagai subsektor properti, mulai dari residensial, kawasan komersial, pusat belanja, perkantoran, hotel dan resort hingga kawasan industri dan pergudangan.
“Terbuka peluang kerja sama di berbagai subsektor properti,” ujar Joko.
CEO Buana Kassiti Group itu juga berharap Pemprov Lampung dapat menyiapkan tim khusus atau point of contact (PIC) agar pelaku usaha memperoleh informasi yang detail dan valid terkait peluang investasi, regulasi hingga data pendukung lainnya.
“Kami sangat senang dengan dukungan Pak Gubernur Lampung. Semangat beliau dalam menarik investasi sangat terasa dan ini menjadi sinyal positif bagi dunia usaha,” tandasnya.
The post Lampung Buka Peluang Investasi Besar untuk REI, dari Kota Baru hingga Kawasan Logistik appeared first on Property & Bank.
