Enviro Craft Perkenalkan Inovasi Rotan Sintetis di ARCH:ID

Enviro Craft
Ki-Ka : James, Direktur Barca Living; Stanford S., Founder dan Direktur Enviro Craft; Eric Ekaputra, Owner Spatial Sonata; serta Karen Irene, Product Designer OBSSESSIONSS, berfoto bersama di booth Enviro pada pameran ARCH:ID 2026, 23 April 2026.

Propertynbank : Ajang pameran ARCH:ID 2026  yang digelar di ICE BSD City, Tangerang 23–26 April 2026, menjadi panggung bagi Industri material bangunan dan interior dengan inovasi berbasis tren desain alami dan berkelanjutan yang kian diminati pasar. Menjawab momentum tersebut, Enviro Craft by Charismatama sebagai salah satu pemain material rotan sintetis premium, hadir dengan konsep booth bertajuk “After Tempo”.

Berpengalaman lebih dari 30 tahun, Enviro Craft menghadirkan eksplorasi anyaman sintetis dalam skala arsitektur hingga furnitur. Tidak hanya instalasi ruang, Enviro Craft juga memperkenalkan dua inovasi terbaru, yakni Enviroof sebagai solusi atap berbasis anyaman, serta Overlines, koleksi furnitur hasil kolaborasi lintas brand.

Kehadiran Enviro Craft tahun ini juga menandai kolaborasi strategis bersama Barca Living dan OBSSESSIONSS, dengan Spatial Sonata sebagai pengarah konsep desain. Kolaborasi ini menawarkan pendekatan baru dalam pemanfaatan material anyaman, yang tidak lagi sekadar elemen dekoratif, melainkan menjadi bagian integral dalam pembentukan ruang.

Founder dan Direktur Enviro Craft, Stanford S., mengatakan bahwa melalui konsep “After Tempo”, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman ruang yang tidak hanya visual, tetapi juga taktil. “Desain tidak hanya untuk dilihat, tetapi juga dirasakan melalui tekstur, detail, dan kualitas pengerjaan,” ujarnya.

Secara desain, instalasi booth dirancang merespons kondisi ruang dengan dua akses masuk. Pengunjung diarahkan melalui lorong sempit hingga menuju area interior yang lebih terbuka. Struktur anyaman digunakan secara menyeluruh, mulai dari fasad, partisi, hingga elemen plafon yang dipadukan dengan struktur bambu untuk menciptakan pengalaman ruang yang lebih intim.

Di dalamnya, terdapat dua zona utama, yakni The Chamber dengan karakter ruang vertikal yang dramatis, serta The Lounge sebagai area interaksi yang menampilkan koleksi furnitur hasil kolaborasi.

Salah satu sorotan utama adalah peluncuran Overlines, koleksi furnitur yang menggabungkan kekuatan desain dari tiga brand berbeda. Koleksi ini menghadirkan berbagai produk untuk kebutuhan living space modern, mulai dari kursi hingga kabinet, dengan pendekatan desain yang lebih eksperimental.

Selain itu, Enviro Craft juga memperkenalkan Enviroof, material atap komposit yang dirancang untuk menjawab tantangan penggunaan material alami. Produk ini diklaim memiliki ketahanan warna hingga 20 tahun serta tahan terhadap cuaca ekstrem, sinar UV, jamur, dan serangga, tanpa menghilangkan estetika alami sirap ulin.

Sebagai perusahaan yang berawal dari furnitur rotan sintetis, Enviro Craft kini memperluas aplikasinya ke berbagai elemen arsitektur seperti fasad bangunan, ceiling, hingga instalasi artistik. Transformasi ini menunjukkan bahwa material synthetic rattan memiliki potensi luas dalam industri desain dan konstruksi.

“Enviro Craft akan terus berinovasi dalam mengembangkan produk-produk anyaman rotan sintetis asal Indonesia di masa mendatang karena adanya dukungan hilirisasi untuk mengembangkan produk synthetic rattan yang tahan cuaca dan mudah dirawat serta desain unik di pasar global. Oleh karena itu, kami selalu terbuka untuk setiap kesempatan berkolaborasi dengan arsitek dan desainer interior di Indonesia, maupun internasional,” tutup Stanford S.

The post Enviro Craft Perkenalkan Inovasi Rotan Sintetis di ARCH:ID appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *