
Propertynbank.com – Pameran arsitektur internasional, ARCH:ID 2026, kembali digelar pada 23-26 April 2026, di ICE BSD City dengan skala yang semakin besar. Tahun ini, penyelenggaraan mencatat pertumbuhan signifikan dengan penggunaan 4 hall, menghadirkan 725 booth dari lebih 180 exhibitor di area seluas 18.000m².
Diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia bersama CIS Exhibition, ARCH:ID 2026 ditargetkan menarik sekitar 31.000 pengunjung serta melibatkan lebih dari 220 pembicara dalam 90 sesi talk series dan konferensi internasional.
Project Director CIS Exhibition, R. Arief Sofyan Rudiantoro, menyampaikan, “Pertumbuhan ARCH:ID menunjukkan peran strategisnya sebagai platform kolaborasi industri, dengan tingkat keterisian booth yang telah melampaui 90% sejak akhir Februari,” ujarnya, Sabtu (11/4).
Dari sisi asosiasi profesi, Program Director ARCH:ID, Firman S Herwanto, menegaskan bahwa ARCH:ID menjadi wadah penting untuk menghubungkan arsitek dengan ekosistem industri yang lebih luas, sejalan dengan kebutuhan kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan.
Mengusung tema Skema Sintesa – Arsitektur Keterlibatan, pendekatan kuratorial menjadi salah satu kekuatan utama ARCH:ID 2026. Ar. Afwina Kamal menjelaskan bahwa Skema Sintesa merupakan upaya membuka arsitektur ke ranah yang lebih luas dan inklusif, tidak hanya terbatas pada konstruksi, tetapi juga mencakup seni dan berbagai disiplin kreatif.
Sementara itu, Ar. Trianzani Sulshi menambahkan bahwa ARCH:ID juga memberikan manfaat praktis bagi mahasiswa dan profesional muda, termasuk keterlibatan universitas serta peluang pembelajaran sebelum memasuki dunia profesional.
Di sisi lain, Ar. Dhanie Syawalia menekankan pentingnya inklusivitas dalam penyelenggaraan ARCH:ID, dengan menghadirkan ruang yang dapat diakses oleh berbagai kalangan, mulai dari profesional hingga masyarakat umum, termasuk kelompok disabilitas.
Keterlibatan lintas sektor diperkuat oleh partisipasi berbagai asosiasi seperti HDII, HTII, IALI, GBCI, ADPII, ASAKI, dan AESI, serta kolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Ekonomi Kreatif.
Peluang Bisnis di ARCH:ID 2026
Sebagai platform B2B, ARCH:ID menghadirkan berbagai peluang bisnis melalui peluncuran produk, business matching, serta penguatan jejaring profesional. Berbagai kategori produk ditampilkan, mulai dari sustainable architecture, smart building, modular solutions, hingga teknologi BIM (Building Information Modelling) yang relevan dengan perkembangan industri properti dan konstruksi.
Selain itu, konferensi internasional yang terbagi dalam The Urban Forum dan The Architectural Forum menghadirkan pembicara global seperti Florence Chan, Manuelle Gautrand, Marina Tabassum, dan Agnes Soh, serta tokoh nasional seperti Irene Umar (Wakil Menteri Ekonomi Kreatif), dan Diana Kusumastuti (Wakil Menteri Pekerjaan Umum), yang membahas isu strategis mulai dari desain kota hingga kebijakan pembangunan.
Dengan pendekatan lintas disiplin, skala yang terus berkembang, serta keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, ARCH:ID 2026 semakin menegaskan perannya sebagai platform strategis dalam memperkuat ekosistem industri arsitektur dan properti di Indonesia.
The post ARCH:ID 2026 Perkuat Ekosistem Industri, Dorong Kolaborasi Arsitektur dan Bisnis appeared first on Property & Bank.
