
Propertynbank.com – Di tengah tantangan industri otomotif nasional, sektor kendaraan komersial justru menunjukkan daya tahan yang kuat. Momentum inilah yang ingin diperkuat melalui gelaran GAIKINDO, yakni Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC 2026), yang akan berlangsung pada 8-11 April 2026 di Hall B dan Hall C, Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran.
Pameran business-to-business yang digagas Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) ini tidak sekadar ajang pamer produk, tetapi diposisikan sebagai jembatan strategis untuk mempertemukan produsen kendaraan niaga nasional dengan calon pembeli potensial, baik dari dalam maupun luar negeri.
Ketua Umum GAIKINDO, Putu Juli Ardika, menegaskan bahwa capaian ekspor otomotif Indonesia sepanjang 2025 menjadi fondasi optimisme industri. Ekspor kendaraan utuh (CBU) tercatat menembus 518.212 unit ke 93 negara, dengan kendaraan komersial berkontribusi lebih dari 20 ribu unit.
Menurutnya, pengakuan kualitas manufaktur otomotif Indonesia di pasar global harus diimbangi dengan penguatan kapasitas produksi dan perluasan jaringan pasar. “Teknologi otomotif buatan Indonesia telah diakui kualitasnya dan menjadi andalan di berbagai klaster mancanegara. GIICOMVEC menjadi momentum untuk memperluas penetrasi tersebut,” ujarnya pada Senin (23/2).
Berbeda dari pameran otomotif pada umumnya, GIICOMVEC fokus pada kebutuhan sektor usaha, mulai dari logistik, transportasi penumpang, konstruksi, pertambangan, hingga telekomunikasi dan IT. Target lebih dari 11 ribu trade visitors diharapkan hadir dari kalangan perusahaan transportasi, dealer, industri manufaktur, hingga instansi pemerintah.
Ketua Harian sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran dan Konferensi GAIKINDO, Anton Kumonty, menegaskan bahwa GIICOMVEC mengusung tagline “Indonesia’s Leading Commercial Vehicle Solutions Expo”. Menurutnya, setiap sektor industri memiliki kebutuhan armada yang berbeda, sehingga pameran ini dirancang untuk menghadirkan solusi yang komprehensif.
“Pelaku usaha bisa melihat langsung perkembangan teknologi sasis terbaru, menyesuaikan desain karoseri, hingga mengeksplorasi inovasi dari supporting industry. Semua terkoneksi dalam satu ekosistem,” jelas Anton pada Senin (23/2).
Peserta GIICOMVEC 2026
Tahun ini sejumlah merek besar telah memastikan partisipasinya, seperti Daihatsu, DFSK, Foton, Hino, Isuzu, JAC Motor, Mitsubishi Fuso, Suzuki, Toyota, dan Wuling, bersama pemain lain di segmen kendaraan niaga. Kehadiran China Pavilion juga menjadi daya tarik tersendiri dengan membawa inovasi dan teknologi terbaru dari peserta asal Tiongkok. Selain area pameran seluas lebih dari 16.000 meter persegi, GIICOMVEC 2026 kembali menghadirkan Demo Area Truck & Bus yang memungkinkan pengunjung mencoba langsung performa kendaraan.
Tak hanya transaksi, pameran ini juga mengangkat sisi edukatif melalui program Daily Seminar. Salah satu agenda yang disiapkan bersama KAMSELINDO membahas kepatuhan, keselamatan, serta risiko hukum dalam transportasi barang berbahaya dan beracun (B3). Sejumlah asosiasi seperti ASKARINDO, ARPI, APTRINDO, ISCEA, dan ASPERINDO juga dilibatkan untuk mendorong partisipasi anggotanya.
Dengan pendekatan yang lebih strategis dan berbasis kebutuhan industri, event ini tidak hanya menjadi etalase kendaraan komersial, tetapi juga forum penguatan rantai pasok dan daya saing nasional. Di tengah target kapasitas produksi otomotif Indonesia yang mencapai 2,59 juta unit per tahun, pameran ini diharapkan mampu mempercepat penyerapan pasar sekaligus memperluas ekspor kendaraan niaga Tanah Air.
The post GIICOMVEC 2026 Dorong Daya Saing Manufaktur Kendaraan Komersial Nasional appeared first on Property & Bank.
