
Propertynbank.com – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menatap tahun 2026 dengan optimisme. Bank swasta nasional ini menargetkan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR BCA) di kisaran 6%–7%, seiring penguatan strategi layanan, digitalisasi, dan program bunga yang dirancang lebih fleksibel bagi nasabah.
Melani Megawati, SVP Consumer Credit Division BCA mengatakan, fokus utama BCA adalah menghadirkan pengalaman layanan yang menyeluruh dan mudah bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah melalui fasilitas KPR. Salah satu pilar utama yang terus dikembangkan adalah platform rumahsaya.bca.co.id.
Situs ini, kata Melani, dirancang sebagai layanan one-stop shopping bagi calon pembeli rumah. Melalui platform tersebut, nasabah dapat menelusuri berbagai pilihan properti dari pengembang dan agen yang telah menjadi mitra BCA, sekaligus melakukan simulasi kredit hingga pengajuan KPR secara daring.
“Transformasi digital juga diperkuat melalui ekosistem aplikasi. Nasabah kini dapat memantau sisa angsuran KPR secara real-time melalui aplikasi myBCA. Di sisi layanan purnajual, BCA menyediakan akses langsung ke after sales service melalui haloBCA, sehingga pertanyaan seputar bunga, cicilan, atau administrasi KPR dapat ditangani dengan lebih cepat dan praktis,” ungkap Melani.
Dari sisi pembiayaan, BCA menawarkan program bunga fixed berjenjang yang dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar. Skema ini memungkinkan nasabah menikmati bunga rendah di awal tenor, kemudian menyesuaikan secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya. Strategi ini terbukti menarik minat generasi muda, khususnya Gen Z, yang cenderung menyesuaikan cicilan dengan proyeksi kenaikan pendapatan di masa depan.
Menurut Melani, pendekatan tersebut sejalan dengan pola karier dan bisnis generasi muda yang berkembang seiring waktu. “Dengan bunga yang ringan di awal, nasabah memiliki ruang finansial yang lebih longgar untuk menata kebutuhan lainnya, sebelum memasuki fase cicilan yang lebih tinggi di kemudian hari,” ujarnya.
Strategi KPR BCA
Tak hanya mengandalkan strategi internal, prospek pertumbuhan KPR BCA juga ditopang oleh kebijakan pemerintah. Perpanjangan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) untuk pembelian rumah baru dinilai menjadi stimulus penting bagi permintaan properti pada 2026.
“Dengan kombinasi layanan digital, program bunga adaptif, serta dukungan insentif pemerintah, BCA optimistis penyaluran KPR akan terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas akses kepemilikan rumah bagi berbagai segmen masyarakat,” tutupnya.
The post KPR BCA Bidik Pertumbuhan 6–7% di 2026, Gen Z Jadi Target Utama appeared first on Property & Bank.
