Jamintel Reda Manthovani : Peduli Lingkungan Bangun Karakter Diri

Duo Award 2024, Reda Manthovani
Jaksa Agung Muda Intelijen, Reda Mantovani (paling kanan) menerima penghargaan Duo Award 2024

Propertynbank.com – Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Reda Manthovani dikenal sebagai sosok yang konsisten dalam kegiatan pelestarian lingkungan, terutama melalui aksi penanaman kembali pohon mangrove di kawasan pesisir.

Menurut Reda telah menekuni karir di kejaksaan selama 30 tahun mengatakan, kepedulian terhadap rehabilitasi lingkungan berawal dari keinginannya untuk membangun karakter pribadi yang memiliki nilai kebermanfaatan bagi orang lain.

Aktivitas tersebut, ujar Reda, membantunya menjalin kedekatan dengan masyarakat pesisir, menciptakan komunikasi yang harmonis serta mempermudah akses informasi yang relevan dengan tugasnya sebagai Jamintel, khususnya dalam mengawasi dan menindak pelanggaran hukum di wilayah pesisir.

Dikutip detik.com, dalam wawancara eksklusif di program khusus Blak-Blakan, Reda menceritakan motivasinya terhadap program rehabilitasi pesisir yang telah berjalan beberapa tahun. Bagi Reda, menanam mangrove bukan sekadar gerakan simbolik, melainkan investasi jangka panjang untuk alam dan generasi masa depan. “Tujuan awal saya bukan hanya sekedar penghijauan, tetapi membentuk karakter agar bisa memberi manfaat nyata bagi sesama,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat yang hidup selaras dengan alam melalui pola konsumsi dan produksi berkelanjutan, maka itu harus bisa bermanfaat bagi semua makhluk. Ia mencontohkan Mangrove yang bermanfaat selain mencegah abrasi juga akan menumbuhkan ekosistem.

Baca Juga : Menjaga Desa, Menjaga Bangsa: Kontribusi Nyata Prof. Reda Manthovani Lewat Program Jaga Desa

“Di bawah mangrove itu ya ada populasi ikan, kepiting kecil, dan hewan-hewan lainnya. Jadi terciptalah keselarasan dan keseimbangan kehidupan di situ. Artinya secara karakter diri ya kita juga harus bermanfaat bagi sesama baik itu manusia maupun makhluk hidup lainnya,” tegas Reda.

Reda berharap agar kegiatan peduli ini bisa diturunkan ke para rekan-rekan jaksa lain di Indonesia, terkhusus di bidang intelijen agar bisa hadir di tengah-tengah masyarakat. Kebiasaan positif ini juga diharapkan akan berkelanjutan menjadi sebuah kebiasaan sehari-hari.

“Ini menjadi kebiasaan selain ke pribadi saya untuk membentuk karakter diri, saya juga ingin memberikan contoh ke junior-junior saya warga Adhyaksa, bahwa ini bermanfaat untuk sesama kita, khususnya yang kerjanya di bidang intelijen, agar bisa ikut serta di masyarakat,” ucap peraih penghargaan Tokoh Pejabat Peduli Dana Desa Melalui Program Jaga Desa dalam ajang Duo Award 2024 (IPBA XVIII dan IMHA VII) lalu.

Tidak hanya itu, bagi Reda kegiatan seperti ini membuat dirinya menjadi dekat dengan masyarakat pesisir, sehingga terjalin komunikasi yang baik dan sangat membantu dalam menjalankan tugasnya sebagai Jamintel, terutama terkait informasi-informasi tertentu yang berkaitan dengan pelanggaran hukum di daerah pesisir.

Baca Juga : Peduli Lingkungan Warga, Paramount Land Serahkan Mesin Pemotong Rumput dan Alat Fogging

“Terus terang saja dengan kegiatan ini, dengan sendirinya terjalin pola-pola komunikasi dengan masyarakat pesisir. Kaitannya dengan tugas saya di kejaksaan khususnya intelijen, kita jadi mendapatkan banyak informasi tertentu mengenai kejadian dan yang akan terjadi sesuatu di daerah pesisir dari masyarakat pesisirnya langsung,” tegas Reda

Cita-cita Reda Manthovani

Keinginan untuk menjadi Jaksa merupakan keinginan Reda sejak masih duduk di bangku SMA. Berbeda dengan anak-anak lain yang bercita-cita ingin menjadi dokter dan lain-lain, Reda berkeinginan menjadi Jaksa. Hal ini muncul saat kegemarannya menonton film Law and Order hingga akhirnya tertarik menjadi jaksa.

“Di film Law and Order, sisi asiknya tuh saat harus mengungkap fakta dan harus investigasi di balik layar, selain itu kita benar-benar memulai kasus dari awal maka dari itu, saya tertarik menjadi jaksa ketimbang pengacara,” tutur Reda.

Sementara terkait penanaman mangrove, Reda bercerita bahwa hal itu bermula ketika ia memiliki latar belakang sebagai atlet, yang disadari memiliki jiwa yang pemarah. Reda ingin mengelola karakter dengan baik. Cara mengubah karakter yang pemarah menjadi karakter yang bermanfaat adalah dengan menyalurkan energi menolong ke segala aspek. Baik ke sesama manusia dan lingkungan. Memulai penanaman mangrove sejak 2015, dan berusaha untuk menjadikan kegiatan menanam ini bukan sekadar ajang perayaan.

Baca Juga : Gedung Perkantoran Hijau Tumbuh Stabil di CBD Jakarta, Peduli ESG Meningkat

“Saya gak mau menjadikan ini cuma sekadar perayaan, saya sendiri suka bertanya secara personal, dan diulang datang untuk melihat pohon yang saya tanam sudah seberapa, karena kan sayang sudah ditanam, ga akan langsung ditinggal. Karena kan balik ke tujuan awal juga,” ulasnya. Reda menambahkan, kejahatan yang terjadi di lingkungan memiliki banyak variabel. Kesulitan menemukan pembuktian, akhirnya tidak bisa terungkap secara maksimal.

“Ya, kesulitan untuk pembuktian ini yang membuat tidak maksimal. Contoh simpelnya deh, penghancuran hutan mangrove, paling yang bisa diadili hanya terbatas pelaku di lapangan. hal ini terjadi karena tingkat edukasi masyarakat ini yang dimanfaatkan,” ungkapnya.

Pada bagian akhir, Reda menyampaikan tentang pentingnya pelibatan masyarakat lokal dalam setiap tahap program. Menurutnya, masyarakat yang dilibatkan sebagai mitra memiliki kepemilikan terhadap program tersebut, sehingga tindakan pelestarian tidak dianggap sebagai intrusi eksternal. (Laporan : Arsyarifa Dianta Putri)

The post Jamintel Reda Manthovani : Peduli Lingkungan Bangun Karakter Diri appeared first on Property & Bank.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *