
Propertynbank.com – Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho mengatahan, capaian penyaluran rumah subsidi melalui skema KPR Sejahtera FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) di Jawa Timur perlu untuk terus didorong. Hal ini disampaikannya dalam kegiatan Sosialisasi KUR Program Perumahan di hadapan anggota DPD REI Jawa Timur.
Menurut Heru, berdasarkan data dari BP Tapera, per 15 Oktober 2025, capaian penyaluran FLPP di Provinsi Jawa Timur menempati urutan 4 besar dari keseluruhan provinsi di Indonesia, yaitu 13.228 unit rumah, atau 6,59% berada di bawah capaian urutan tertinggi yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.
Padahal, Heru lebih lanjut menjelaskan BP Tapera telah lakukan 17 kali kegiatan sosialisasi di Jawa Timur, namun ternyata realisasinya belum terdongkrak secara efektif. Sehingga perlu adanya kolaborasi lebih aktif dari pihak pengembang dan pemerintah daerah setempat.
Dari diskusi yang dilakukan, DPD REI Jawa Timur menyampaikan kendala dalam hal tersebut, yaitu terkait verifikasi SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK yang menyebabkan pihak perbankan tidak dapat meneruskan kelayakan pemohon sebagai debitur KPR.
“Saya bersama Bapak Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) kemarin sudah berdiskusikan langsung bersama Bapak Menteri Keuangan perihal permasalahan tersebut, semoga dalam waktu dekat akan dikeluarkan kebijakan terkait hal ini,” ungkap Heru.
Baca Juga : Gelar Akad Massal FLPP Terbesar, BP Tapera Apresiasi Bank Penyalur dan Pengembang
Dalam kunjungan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman itu, Heru juga melakukan serahkan simbol kunci rumah kepada para debitur Perumahan Grand Kencana yang berlokasi di Beji, Kabupaten Pasuruan. Wakil Bupati Pasuruan, Shohib Asrori juga tampak hadir dalam momen tersebut.
Shohib Asrori menyampaikan apresiasi dan dukungannya dari pihak pemerintah daerah. Disampaikannya menurut data setempat, terdapat 157 perumahan di kabupaten Pasuruan dengan total 111 pengembang yang sebagian besar berada di bagian barat Pasuruan, dimana 77 perumahan diantaranya merupakan perumahan bersubsidi.
Sebaliknya, Menteri PKP Maruarar Sirait juga mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk program rumah bersubsidi tersebut. Dirinya menyampaikan, dukungan ini dapat terus ditingkatkan melalui aturan dan kesediaan yang bagus di kawasan industri yang peruntukannya untuk buruh. “Demandnya tinggi, saya ingin dari pegawai Kementerian PKP turut menjadi marketing program pemerintah,” ujarnya.
Mauarar juga meminta kesepakatan komitmennya kepada Shohib Asrori sebagai Wakil Bupati Pasuruan untuk kuota rumah subsidi, yang akhirnya disepakati dengan komitmen sebanyak 5.000 rumah subsidi yang akan dievaluasi lebih lanjut pada pertengahan tahun depan.
The post BP Tapera Sosialisasi KUR Program Perumahan di DPD REI Jawa Timur appeared first on Property & Bank.
