
Propertynbank : Universitas Pancasila menggelar sidang terbuka yang bersejarah dengan mengukuhkan empat wanita luar biasa sebagai guru besar dalam bidangnya masing-masing. Disaksikan oleh pimpinan dan anggota Yayasan Pendidikan dan Pembina (YPP-UP), pimpinan dan senat Universitas Pancasila, Pengukuhan ini menjadi simbol kemajuan akademik dan bukti nyata kontribusi perempuan dalam dunia pendidikan tinggi, khususnya di Universitas Pancasila.Siapa saja Wanita Inspiratif ini berikut ulasan singkat,
Pertama, Prof. Dr. Devi Roza Krisnandhi Kausar, Ph.D., CHE guru besar bidang pariwisata dari Fakultas Pariwisata. Devi Roza Krisnandhi Kausar merupalan akademisi yang berdedikasi dalam pengembangan ilmu pariwisata. Dengan gelar doktor dari Nagoya University, Jepang, dan sertifikasi Certified Hospitality Educator (CHE). Beliau aktif mengembangkan riset tentang pariwisata berkelanjutan, pemasaran destinasi, hingga strategi pariwisata digital.
Kiprah Prof. Devi tidak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga internasional, dengan berbagai publikasi ilmiah dan kolaborasi global yang memperkaya khasanah keilmuan pariwisata.
Sepanjang perjalanan akademis, Prof. Devi telah melakukan berbagai penelitian dan sejumlah prestasi. Dalam penelitian, Prof. Devi telah menerbitkan berbagai artikel di Jurnal Internasional bereputasi, termasuk penelitian tentang dampak media sosial terhadap perilaku wisatawan dan strategi pemasaran destinasi berbasis komunitas.
Selain melakukan penelitian, kerap melakukan proyek Kolaboratif, diantaranya memimpin proyek kolaboratif dengan universitas di Jepang dan Australia dalam pengembangan ekowisata berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah penghargaan akademik pun diraih, salah satunya pada tahun 2023 Prof. Devi menerima penghargaan sebagai Peneliti Terbaik dalam bidang pariwisata dari Kementerian Pariwisata Indonesia.
Kedua, Prof. Dr. apt. Esti Mumpuni, M.Si, Guru Besar Bidang Farmasi — Fakultas Farmasi. Wanita satu ini merupakan sosok yang berperan penting dalam riset farmasi, khususnya pengembangan obat herbal dan formulasi farmasi klinis.
Lewat pengalaman panjang sebagai akademisi dan peneliti, beliau turut membimbing mahasiswa dan tenaga kesehatan dalam inovasi terapi berbasis bahan alam. Komitmennya terhadap pengembangan ilmu farmasi telah menghasilkan berbagai publikasi ilmiah terindeks dan menjadi rujukan penting di dunia kesehatan.
Pengembangan Obat Herbal yang dilakukan Prof. Esti berhasil mengisolasi senyawa aktif dari tanaman endemik Indonesia yang berpotensi sebagai terapi antikanker, yang saat ini dalam tahap uji klinis.
Melalui penelitian dan pengembangan yang dilakukannya, Prof. Dr. apt. Esti Mumpuni berhasil mendapatkan penghargaan nasional, serta dianugerahi Penghargaan Peneliti Muda Berprestasi oleh Ikatan Apoteker Indonesia pada tahun 2022.
Kolaborasi Internasional: Bekerjasama dengan institusi riset di Jerman dalam studi farmakokinetik senyawa herbal untuk pengobatan diabetes.
Ketiga, Prof. apt. Hesty Utami R.M., Clin. Pharm., Ph.D. Guru Besar Bidang Farmasi dari Fakultas Farmasi. Sebagai pakar klinis farmasi, Prof. Hesty Utami memiliki kontribusi besar dalam bidang farmakoterapi dan optimalisasi penggunaan obat di layanan kesehatan. Dengan gelar Ph.D. dan spesialisasi farmasi klinis, beliau fokus pada riset intervensi farmasi untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, pengelolaan penyakit kronis, hingga edukasi penggunaan obat yang aman dan efektif. Pengabdiannya menghubungkan ilmu farmasi dengan praktik kesehatan yang nyata dan berdampak luas.
Prof. Hesty Utami diketahui memiliki berbagai prestasi, salah satunya melalui Program Edukasi Pasien. Menginisiasi program edukasi bagi pasien dengan penyakit kronis tentang manajemen obat, yang berhasil menurunkan angka rehospitalisasi sebesar 15% di rumah sakit mitra. Bahkan sempat menulis buku teks “Farmasi Klinis: Pendekatan Praktis dalam Terapi” yang menjadi referensi utama di berbagai fakultas farmasi di Indonesia.
Keempat, Prof. Dr. Herawati Zetha Rahman, M.T., CPPPSS Guru Besar Bidang Manajemen dan Pembiayaan Inovatif Infrastruktur dari Fakultas Teknik. Sebagai alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Pancasila yang pertama meraih gelar guru besar, Prof. Herawati menjadi inspirasi bagi generasi muda insinyur Indonesia. Keahliannya dalam manajemen proyek dan pembiayaan infrastruktur inovatif membantu merancang strategi pembangunan berkelanjutan di berbagai wilayah.
Dengan pengalaman akademik dan praktik, beliau aktif berkontribusi dalam pengembangan solusi kreatif untuk mendukung pembangunan nasional yang berdaya saing tinggi.
Melalui pengembangan model pembiayaan publik-swasta untuk proyek infrastruktur pedesaan yang telah diadopsi oleh beberapa pemerintah daerah di Indonesia. Prof. Dr. Herawati mendapat penghargaan Profesional, serta diberi gelar Insinyur Profesional Utama oleh Persatuan Insinyur Indonesia pada tahun 2023 atas kontribusinya dalam pengembangan infrastruktur nasional. Bahkan menjadi konsultan utama dalam proyek strategis nasional, termasuk pembangunan jaringan transportasi terpadu di ibu kota baru Indonesia.
Perempuan Hebat, Inspirasi Masa Depan
Pengukuhan keempat guru besar ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga tonggak penting bagi Universitas Pancasila dan dunia akademik Indonesia. Mereka membuktikan bahwa perempuan mampu menjadi pelopor ilmu pengetahuan, membawa perubahan, dan menginspirasi generasi penerus untuk terus berprestasi.
Selamat kepada para guru besar yang telah dikukuhkan! Semoga kiprah dan karya-karya mereka terus menerangi dunia pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat, baik di tingkat nasional maupun global.
The post Dikukuhkan Jadi Gubes Universitas Pancasila, Ini Profil Empat Wanita inspiratif appeared first on Property & Bank.
